Agama kelas 1 : Contoh Sikap yang Baik Ketika Berbicara
Di bawah ini Cara Berbicara Yang Baik Dan Sopan.
1. Jangan gunakan nada bicara yang tinggi
Nada bicara yang tinggi biasanya mencermikan emosi atau kemarahan. Lawan bicara merasa seperti dimarahi atau dianggap mengalami kekurangan pendengaran. Cara ini akan mengurangi respon positif lawan bicara.
2. Gunakan Kata yang Halus
Berpikir sebelum berbicara akan lebih baik dari pada berbicara yang salah karena tidak dipikur dulu. Dengan berpikir, kita menemukan kata yang lebih halus untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Kata yang lebih halus akan lebih enak didengar dan lebih mudah mendapat respon positif dari pendengar.
3. Jangan Memotong Pembicaraan
Komunikasi yang baik adalah dua arah. Orang yang banyak bicara tanpa mau mendengarkan orang lain akan dianggap egois. Maka dari itu, berikan kesempatan orang lain untuk menyampaikan pertanyaan, komentar dan pendapat sehingga dia merasa dihargai.
4. Tatap Mata Lawam Bicara
Menatap mata orang lain bukan berarti memelototi. Tapi menatap dengan wajar sekali-kali. Lawan bicara akan merasa tidak dihargai jika kita melengos dan memperhatikan hal-hal lain.
5. Awali Dan Tutup dengan Baik
Awali pembicaraan dengan kata Assalamualaikum atau Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Malam atau selamat-selamat lain yang berasal dari kebudayaan dan agama . Kelihatannya ungkapan itu sederhana saja. Tapi pegaruhnya dahsyat. Dengan salam dan ucapan hormat lain, susana akan makin hidup dan dinamis. Akhirnya, ketika pembicaraan akan selesai, sebaiknya ditutup juga dengan salam. Dengan demikian, orang akan menemukan sopan santun di lingkungan sekitar kita.
6. Sebut nama awalan lawan bicara
Menyebut awalan atau gelar kepada lawan bicara akan menyebabkan lawan bicara kita merasa dihargai. Akibatnya suasana pembicaraan menjadi enak, nyaman, dan saling menghormati. Di Indonesia, sebaiknya jangan mengunakan kata ganti kamu – tapi memakai kata “ganti” Bapak, ibu, mbak, mas atau nama diri mereka. Itulah tata krama.
7. Fokus pada pembicaraan
Jangan main gadget atau main pulpen ketika sedang berbicara dengan orang lain. Lawan bicara kita akan merasa disepelekan. Kita harus fokus pada pembicaraan itu.
Itulah tujuh contoh strategi berbicara kepada orang lain dalam rangka menjaga sopan santun. Semua itu, tentu saja, harus dibarengi dengan kata-kata yang sopan dan pitutur yang lemah lembut. Jika marah, misalnya, jangan pernah menghina orang yang dimarahi. Cukup tunjukkan kemarahan dengan simbol-simbol tertentu yang dia mengerti dan tak melukai hati.
1. Jangan gunakan nada bicara yang tinggi
Nada bicara yang tinggi biasanya mencermikan emosi atau kemarahan. Lawan bicara merasa seperti dimarahi atau dianggap mengalami kekurangan pendengaran. Cara ini akan mengurangi respon positif lawan bicara.
2. Gunakan Kata yang Halus
Berpikir sebelum berbicara akan lebih baik dari pada berbicara yang salah karena tidak dipikur dulu. Dengan berpikir, kita menemukan kata yang lebih halus untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Kata yang lebih halus akan lebih enak didengar dan lebih mudah mendapat respon positif dari pendengar.
3. Jangan Memotong Pembicaraan
Komunikasi yang baik adalah dua arah. Orang yang banyak bicara tanpa mau mendengarkan orang lain akan dianggap egois. Maka dari itu, berikan kesempatan orang lain untuk menyampaikan pertanyaan, komentar dan pendapat sehingga dia merasa dihargai.
4. Tatap Mata Lawam Bicara
Menatap mata orang lain bukan berarti memelototi. Tapi menatap dengan wajar sekali-kali. Lawan bicara akan merasa tidak dihargai jika kita melengos dan memperhatikan hal-hal lain.
5. Awali Dan Tutup dengan Baik
Awali pembicaraan dengan kata Assalamualaikum atau Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Malam atau selamat-selamat lain yang berasal dari kebudayaan dan agama . Kelihatannya ungkapan itu sederhana saja. Tapi pegaruhnya dahsyat. Dengan salam dan ucapan hormat lain, susana akan makin hidup dan dinamis. Akhirnya, ketika pembicaraan akan selesai, sebaiknya ditutup juga dengan salam. Dengan demikian, orang akan menemukan sopan santun di lingkungan sekitar kita.
6. Sebut nama awalan lawan bicara
Menyebut awalan atau gelar kepada lawan bicara akan menyebabkan lawan bicara kita merasa dihargai. Akibatnya suasana pembicaraan menjadi enak, nyaman, dan saling menghormati. Di Indonesia, sebaiknya jangan mengunakan kata ganti kamu – tapi memakai kata “ganti” Bapak, ibu, mbak, mas atau nama diri mereka. Itulah tata krama.
7. Fokus pada pembicaraan
Jangan main gadget atau main pulpen ketika sedang berbicara dengan orang lain. Lawan bicara kita akan merasa disepelekan. Kita harus fokus pada pembicaraan itu.
Itulah tujuh contoh strategi berbicara kepada orang lain dalam rangka menjaga sopan santun. Semua itu, tentu saja, harus dibarengi dengan kata-kata yang sopan dan pitutur yang lemah lembut. Jika marah, misalnya, jangan pernah menghina orang yang dimarahi. Cukup tunjukkan kemarahan dengan simbol-simbol tertentu yang dia mengerti dan tak melukai hati.
Terimakasih bu guru ( alicia putri kls 1C )
BalasHapusTerima kasih Bu (Naura Adhelia Putri 1C)
BalasHapusTerimakasi bu guru(risky alfatih akbar)
BalasHapusTrimaksih bu guru..(intan nuraini 1c)
BalasHapusTerima kasih bu guru (kei areta lova 1c)
BalasHapusTerimakasih ibu guru..
BalasHapus